UBALOKA DILATIH WATER RESCUE
Unit Bantu Pertolngan Pramuka (UBALOKA) kwartir Cabang Banjarnegara
dilatih penanganan pertolongan pertama untuk korban diair atau Water Rescue.
Kegiatan yang dilaksanakan di komplek TRMS serulingmas tersebut diikuti oleh 50
peserta yang merupakan Ubaloka angkatan ke 7. Komandan Ubaloka Purnomo Setio
Riyadi Mengatakan, kegiatan water rescue tersebut merupakan bentuk latihan
bertahap dan diagendakan dan terprogram untuk memberikan bekal pengetahuan dan
ketrampilan anggota untuk lebih sigap dalam segi pertolongan korban. “
serangkaian kegiatan dan pelatihan yang dilakukan merupakan implementasi dari
materi teori yang beberapa waktu lalu diberikan dalam format gladi tangguh “
ujarnya. Dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerjasama dengan BPBD dan SAR
kabupaten dalam pengadaan instruktur dan pendalaman materi praktek sesuai
dengan tupoksinya masing masing.
Sementara itu Komandan SAR
kabupaten Aris Sudaryanto mengatakan, anggota Ubaloka harus memiliki skill dan
ketrampilan dalam hal pertolongan diberbagai medan dan kondisi darurat apapun.
Diharapkan dengan materi dasar yang mumpuni tersebut, anggota mampu
mengimplementasikan semua yang didapatkan selama pelatihan bila mana terjadi
situasi darurat atau bencana. “ water rescue ini sangat penting, mengingat saat
ini jumlah personel yang mengerti akan pengetahuan dan ketrampilan dalam hal
pertolongan pertama di air masih sangat minim, hal tersebut penting bila mana
terjadi kondisi darurat yang dapat terjadi tanpa diduga duga “ Tandasnya.
Dalam pelatihan tersebut peserta
dibekali beberapa materi praktek seperti, tehnik berenang yang baik, tehnik
pertolongan korban diair, tehnik mengemudikan perahu karet, dan tehnik evakuasi
korban.
Matangkan Personel
Sementara itu ketua kwarcab
Pramuka Setiawan mengatakan, keberadaan Ubaloka diharapkan nantinya mampu
berperan serta aktif ditengah masyarakat terutama saat terjadi situasi darurat.
“ kematangan personel serta penguatan kualitas harus terus dilakukan setiap
saat dan dalam berbagai wadah pembinaan agar nantinya muncul personel yang
tangguh serta siap diterjunkan bila mana diperlukan “ ungkapnya.
Untuk itu, berbagai manuver dan
terobosan pembinaan terus dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak terkait dan
lintas sektoral agar nantinya timbul suatu jejaring dan kerja sama yang baik
atau bersinergi terutama dalam hal situasi tanggap darurat atau pertolongan
pertama. (alwan_humas)
