SAKA WIRAKARTIKA
PERANKAN DRAMA KOLOSAL
Sejarah perjuangan rakyat joho
Saka
wirakartika kodim 0704 Banjarnegara bersama TNI, Polri dan puluhan pelajar
memeragakan drama kolosal bertajuk perjuangan rakyat njoho dalam mempertahankan
kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah. Drama kolosal berdurasi 20
menit tersebut disuguhkan pasca upacara peringatan HUT RI ke 70 dialun alun
kota. Komandan Kodim 0704 Arif Bastari mengatakan, pertunjukan drama kolosal
tersebut selain sebagai hiburan bagi peserta upacara juga menjadi titik balik
peringatan HUT RI ke 70 bagi warga banjarnegara, antara lain sebagai pemicu dan
pematik warga untuk selalu ingat akan sejarah perjuangan bangsa khususnya
ditanah gilar gilar. “ Aksi warga banjarnegara di tahun 1948 harus senantiasa
diingat dan diresapi nilai kejuangannya khususnya bagi generasi muda, agar
semangat cinta tanah air tetap terpatri dalam benak sanubari “ ujarnya.
Drama
yang diikuti oleh total 198 pemain dan pengiring tersebut ternyata mampu
menghipnotis dan membuat penonton terkesima serta merenung sejenak tentang arti
sejarah perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan wilayah dan
kehormatan bangsa.
Singkat
Pamong
saka wirakartika kodim 0704 Pujiono mengatakan, pertunjukan drama tersebut
merupakan perintah dari komando atas, dimana setiap daerah wajib mementaskan
aksi heroic sejarah perjuangan. “ dengan waktu yang relatif singkat dan
beberapa kali pertemuan peserta atau lakon yang bermain mampu tampil maksimal
dan menyuguhkan karakter sesuai kisah aslinya “ paparnya.
Dalam
proses pembuatan cerita atau scenario dan cerita latar drama, pihaknya
menggandeng sejumlah budayawan, ahli sejarah, pengamat pendidikan dan pelaku
sejarah yang mengalami peristiwa bersejarah tersebut sehingga keorisinilan
karakter, tokoh dan cerita sangat mirip dengan kondisi aslinya pada zaman
dahulu.
Dengan
demikian, generasi muda dan pelajar dapat meresapi nilai nilai sejarah
perjuangan yang saat ini dapat dilihat dari saksi bisu berupa tugu perbatasan
Hindia Belanda-indonesia yang terletak di joho. Karena bangsa yang besar adalah
bangsa yang mengenal sejarah serta tidak melupakan jasa pahlawannya. (alwan)
