BANJARNEGARA
Setiawan, terpilih menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Banjarnegara untuk
periode lima tahun ke depan. Pada musyawarah cabang yang digelar
baru-baru ini di sanggar pramuka Banjarnegara, Setiawan terpilih menjadi
ketua menggantikan ketua lama, Syamsudin.
Ketua panitia muscab, Agus Triono, mengatakan, ada empat calon ketua
yang muncul pada musyawarah cabang periode ini. Masing-masing Setiawan,
Noor Tamami, Suwarso dan Tafsirun.
”Dari 84 suara yang mempunyai hak suara pada musyawarah cabang ini,
hampir sebagian besar suara memberikan kepercayaan kepada Setiawan untuk
menjadi ketua,” kata dia.
Lebih jauh ia menjelaskan, peserta musyawarah cabang yang memiliki
hak suara berasal dari utusan kwaran sebanyak 80 suara. Sedangkan empat
suara lainnya berasal dari utusan kwarcab.
Sejumlah pertimbangan peserta musyawarah cabang, karena menilai
Setiawan yang juga Kepala Bapeda ini, memiliki kemampuan untuk memimpin
Pramuka di Banjarnegara.
Pengalaman
Terlebih lagi Setiawan juga pernah menjabat sebagai ketua Kwarcab
periode sebelumnya, sehingga dengan pengalaman itulah, peserta muscab
memberikan kepercayaan kepadanya.
”Harapan peserta muscab, yakni meneruskan rencana pembangunan bumi
perkemahan yang sempat terhenti. Diharapkan rencana pembangunan bumi
perkemahan segera diteruskan,” jelasnya.
Selanjutnya, ketua terpilih bersama dengan tim formatur merumuskan
kepengurusan Kwarcab. Setelah itu terbentuk, baru dilakukan pengukuhan
dan pelantikan serta persiapan program kerja kepengurusan.
Pada kesempatan itu, Setiawan mengatakan, akan berupaya semaksimal mungkin memajukan gerakan Pramuka di Banjarnegara.
Termasuk berupaya memenuhi harapan untuk pembangunan bumi perkemahan
di Banjarnegara. Namun demikian dalam memimpin Pramuka, tentu dukungan
dari seluruh pengurus dan anggota Pramuka sangat diharapkan.
Bupati Sutedjo Slamet Utomo, saat memberikan pengarahan dalam
pembukaan muscab, mengatakan, gerakan Pramuka harus dapat memberikan
pendidikan karakter kepada generasi muda.
Ancaman terhadap generasi muda saat ini sangat besar. Di antaranya
karena faktor teknologi yang semakin berkembang. Untuk itu, gerakan
Pramuka harus dapat menjadi benteng agar generasi muda tidak terjerumus
ke hal-hal negatif. ( Alwan_humas / Kwarcab )
